Breaking News
Loading...

New Design

Gallery

Post By Leable List

Recent Post

Senin, 06 Juli 2020
no image

Manfaat dan Efek Samping Jahe untuk Ibu Hamil oleh - alatkesehatan.xyz

Halo sahabat selamat datang di website alatkesehatan.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Manfaat dan Efek Samping Jahe untuk Ibu Hamil oleh - alatkesehatan.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Jahe sudah sejak lama dikenal sebagai obat tradisional untuk mengatasi mual dan muntah. Ini sebabnya jahe kerap dikonsumsi untuk meredakan morning sickness pada ibu hamil. Kandungan aktif di dalamnya diyakini bisa meredakan gangguan pencernaan sehingga kehamilan terasa lebih nyaman.

Meski bermanfaat, pemberian jahe untuk ibu hamil sebetulnya tak boleh sembarangan. Konsumsi jahe secara berlebihan justru dapat menimbulkan efek samping terhadap ibu dan janin. Simak informasi berikut untuk mengetahui manfaat jahe bagi ibu hamil dan aturan mengonsumsinya.

Manfaat jahe selama kehamilan

Jahe adalah salah satu herba yang paling menyehatkan, sebab zat gizi dan senyawa aktif di dalamnya memberikan manfaat tersendiri bagi kesehatan. Selain itu, jahe juga relatif aman dikonsumsi semua orang, termasuk ibu hamil dengan segala keluhannya.

Secara umum, berikut manfaat yang akan diperoleh ibu hamil dari mengonsumsi jahe:

1. Meredakan gejala morning sickness

Morning sickness merupakan salah satu keluhan umum pada ibu hamil, terutama pada trimester awal kehamilan. Kondisi ini ditandai dengan mual dan muntah yang kadang bertambah parah akibat bau, makanan tertentu, panas, dan lain-lain.

Jahe mengandung dua zat aktif yang disebut gingerol dan shogaol. Keduanya bekerja pada reseptor sistem pencernaan dan membantu mempercepat pengosongan lambung. Dengan mengosongkan lambung, rasa mual akan berangsur hilang.

Manfaat ini sebelumnya pernah dibuktikan oleh sejumlah studi dalam Nutrition Journal. Pemberian suplemen jahe sebanyak 1,1-1,5 gram untuk ibu hamil ternyata dapat mengurangi mual secara drastis, tapi mereka tidak menyebutkan efeknya pada muntah.

2. Meredakan nyeri otot dan perut

Ibu hamil biasanya mengeluhkan nyeri otot akibat lonjakan hormon dan perubahan pada tubuhnya. Selain nyeri, Anda mungkin juga mengalami kram paha dan bokong selama hamil. Meskipun wajar, kondisi ini tentu membuat kehamilan terasa tidak nyaman.

Untungnya, jahe bisa meredakan nyeri otot karena mengandung senyawa antiperadangan. Senyawa ini memang tidak langsung menghilangkan titik pusat nyeri, tapi setidaknya bisa mengurangi sakit perut selama hamil.

Pada sebuah penelitian dalam jurnal Phytotherapy Research, konsumsi dua gram jahe selama 11 hari terbukti mengurangi nyeri akibat olahraga. Meski bukan disebabkan oleh kehamilan, senyawa antiradang dalam jahe mungkin tetap bermanfaat bagi ibu hamil.

3. Melancarkan pencernaan

Konsumsi jahe juga bermanfaat untuk kelancaran pencernaan ibu hamil. Selama mengandung, ibu hamil rentan mengalami heartburn dan asam lambung naik. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormon atau tekanan kepala janin pada perut ibu.

Senyawa gingerol dan shogaol pada jahe membantu mempercepat pencernaan dalam lambung. Dengan begitu, lambung akan lebih cepat kosong sehingga mengurangi kemungkinan asam lambung naik menuju kerongkongan.

Pada sebuah studi dalam World Journal of Gastroenterology, konsumsi jahe secara rutin dapat mempercepat pengosongan lambung hingga empat menit. Ini berarti makanan yang ada dalam lambung akan bergerak lebih cepat menuju tahap pencernaan selanjutnya.

Efek samping jahe bagi ibu hamil

jahe untuk obat batuk berdahak

Berbeda dengan obat-obatan, tidak ada patokan dosis pasti bagi ibu hamil yang ingin mengonsumsi jahe. Namun, para ahli menyarankan agar ibu hamil tidak mengonsumsi lebih dari 1.000 miligram jahe dalam sehari.

Jumlah tersebut setara dengan empat cangkir teh jahe instan. Jika Anda suka membuat teh atau sup jahe sendiri, batas amannya kira-kira setara dengan satu sendok teh jahe parut yang sudah dikeringkan.

Tidak ada bukti ilmiah bahwa pemberian jahe untuk ibu hamil meningkatkan risiko bayi lahir prematur, keguguran, atau komplikasi lainnya. Akan tetapi, konsumsi jahe dekat dengan waktu persalinan dikhawatirkan akan meningkatkan risiko perdarahan.

Konsumsi jahe secara berlebihan juga dapat memicu sejumlah efek samping. Mengacu beberapa penelitian sebelumnya, efek samping tersebut antara lain:

  • sakit kepala dan pusing
  • rasa tidak nyaman atau terbakar pada perut
  • mengantuk dan lesu
  • heartburn
  • diare

Apabila Anda mengalami gejala tersebut setelah makan sesuatu yang menggunakan jahe, berarti Anda perlu mengurangi jumlahnya. Batasi asupannya agar tidak melebihi 1.000 miligram sehari dan jangan dikonsumsi terus-menerus.

Jika Anda ingin mengonsumsi jahe selama kehamilan, sebaiknya pilihlah dari sumber yang lebih ‘aman’ seperti jahe segar dalam masakan atau teh jahe. Jangan meminum suplemen jahe sembarangan, apalagi tanpa sepengetahuan dokter. Pasalnya, dosis suplemen biasanya besar sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan.

Itulah tadi informasi mengenai Manfaat dan Efek Samping Jahe untuk Ibu Hamil oleh - alatkesehatan.xyz dan sekianlah artikel dari kami alatkesehatan.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Rabu, 01 Juli 2020
no image

Apakah Mungkin Kondisi Ngilu karena Gigi Sensitif Bisa Hilang? oleh - alatkesehatan.xyz

Halo sahabat selamat datang di website alatkesehatan.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Apakah Mungkin Kondisi Ngilu karena Gigi Sensitif Bisa Hilang? oleh - alatkesehatan.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pernah merasakan gigi ngilu setelah makan es krim? Rasanya pasti tidak nyaman. Gigi ngilu bisa jadi tanda Anda memiliki gigi sensitif. Mungkin saja banyak orang bertanya, apakah kondisi gigi sensitif dapat disembuhkan? Sebelumnya, simak dulu mengapa gigi sensitif dapat terjadi dan bagaimana cara mengatasi masalah ini.

Alasan Anda tidak bisa menggigit es krim

penyebab gigi sensitif

Hampir semua orang suka es krim, tetapi sebagian di antaranya tidak bisa menikmati es krim secara utuh karena gigi sensitif. Timbulnya rasa ngilu biasanya disebabkan stimulus dari makanan panas atau dingin. Kenapa bisa?

Menurut American Dental Association, gigi sensitif dapat terjadi ketika email atau enamel gigi yang menipis, gigi yang rusak atau berlubang, gigi retak, dan penurunan gusi yang mengakibatkan akar gigi terekspos. Di samping itu, penyakit di sekitar jaringan gigi juga bisa memicu gigi sensitif.

Gigi sensitif bisa terjadi pada orang dewasa mulai dari usia 20 hingga lanjut usia. Ini dikarenakan masyarakat juga belum sepenuhnya sadar ada beberapa kebiasaan tertentu yang memicu gigi sensitif. Gigi sensitif merupakan kondisi yang bisa berkembang dari waktu ke waktu, sehingga siapa pun bisa mengalaminya. 

Kondisi yang menyebabkan gigi sensitif

gigi sensitif

Sebelumnya dikatakan, gigi sensitif akibat stimulus makanan atau minuman yang terlalu panas dan dingin disebabkan penipisan lapisan terluar mahkota gigi (enamel). Ada beberapa alasan mengapa enamel gigi bisa menipis:

  • Abrasi: Kerusakan gigi dan gusi yang disebabkan kebiasaan menyikat gigi terlalu kuat dengan penggunaan bulu sikat gigi yang kasar
  • Erosi: Kerusakan yang disebabkan oleh asam dalam rongga mulut
  • Abfraksi: Kerusakan pada leher gigi karena tekanan gigitan yang berlebihan
  • Atrisi: Kerusakan enamel gigi karena gesekan gigi pada rahang atas dengan bawah, sehingga gigi menjadi aus

Di samping itu, prosedur perawatan gigi seperti bleaching atau pemutihan gigi pun bisa membuat enamel jadi menipis. Karena proses bleaching menggunakan zat hidrogen peroksida yang bersifat abrasif.

Gigi vital atau gigi hidup bisa menjadi sensitif karena penipisan lapisan enamel maupun penipisan sementum (Lapisan luar akar gigi). 

Penipisan lapisan pelindung gigi ini menyebabkan dentin yang terekspos. Dentin adalah bagian gigi dalam setelah email dan sementum. Dentin yang sudah terekspos sangat mudah menanggapi stimulus dari luar gigi, seperti makanan atau minuman yang terlalu panas dan dingin. 

Dengan begitu, stimulus tersebut akan meningkatkan aliran cairan pada tubuli (saluran tabung mikroskopis) pada dentin sehingga mempengaruhi ujung saraf gigi. Akibatnya saraf gigi akan teraktivasi dan mengirimkan sinyal ke otak sehingga menghasilkan persepsi rasa nyeri pada gigi.

Namun, tak perlu cemas. Ada cara untuk mengatasi masalah gigi sensitif agar tak selalu mengganggu.

Mengatasi masalah gigi sensitif, apakah bisa disembuhkan?

menyikat gigi sensitif

Gigi yang sensitif membuat Anda jadi serbasalah saat makan es krim atau konsumsi makanan/minuman panas. Sayangnya, gigi sensitif tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Kabar baiknya, Anda masih bisa mengatasi gejala ngilu akibat gigi sensitif.

Ada beberapa perawatan yang dianjurkan untuk mengatasi gigi sensitif.

1. Rutin menyikat gigi

Mengatasi masalah gigi sensitif bisa dilakukan dengan sikat gigi minimal dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan sebelum tidur di malam hari. Jangan lupa untuk menggunakan bulu sikat yang halus, tak perlu menggunakan tekanan yang terlalu kuat saat menyikat gigi, serta pastikan seluruh permukaan gigi tersikat merata. Sikat gigi secara perlahan dengan arah vertikal, dari arah gusi ke gigi (dari atas ke bawah maupun dari bawah ke atas).

Satu hal yang perlu diperhatikan, sebaiknya Anda tak langsung menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan atau minuman bersifat asam. Sebab, bisa mengakibatkan enamel gigi menipis atau erosi. Sebaiknya tunggu beberapa saat sebelum Anda menyikat gigi. 

2. Menggunakan pasta gigi yang tepat

Untuk merawat gigi sensitif, gunakanlah pasta gigi khusus gigi sensitif. Gunakan dua kali sehari selama dua minggu untuk mengurangi rasa ngilu. Pilih pasta gigi yang mengandung fluoride dan potassium nitrate agar gigi terawat optimal.

Kandungan fluoride di dalam pasta gigi dapat menguatkan lapisan enamel gigi dan mencegah gigi berlubang. Sementara itu, potassium nitrate dapat mengurangi kemungkinan stimulasi saraf, sehingga membantu pengurangan sensitivitas pada gigi. Anda juga bisa memilih pasta gigi dengan kandungan mint untuk menjaga kesegaran pada rongga mulut setiap saat.

3. Flossing dan berkumur

Meskipun sudah menyikat gigi, mungkin saja ada sisa-sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi. Maka itu, jangan lupa melakukan flossing atau membersihkan gigi dengan benang gigi. Setelahnya, berkumurlah dengan obat kumur yang memiliki kandungan desensitisasi untuk meredam ngilu. Cara ini juga membantu Anda dalam mengatasi masalah gigi sensitif.

4. Oleskan pasta gigi ke gigi yang sensitif

Bila gigi sensitif sewaktu-waktu muncul, segera oleskan pasta gigi khusus gigi sensitif yang berfungsi sebagai desensitisasi. Kandungan potassium nitrate di dalamnya dapat membantu mengurangi gigi ngilu. Terapkan cara ini untuk mengatasi masalah gigi sensitif yang mulai ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

5. Periksa ke dokter gigi

Bila gigi sensitif yang Anda alami disebabkan penurunan gusi atau gigi berlubang, segera periksakan ke dokter gigi. Anda akan mendapatkan prosedur perawatan yang tepat tergantung dari penyebab gigi sensitif. 

Jika Anda mengalami gigi berlubang, dokter akan melakukan penambalan. Sementara itu, masalah penurunan gusi biasanya akan dilakukan terapi periodontal, seperti pembedahan gusi untuk melindungi akar gigi serta mengurangi sensitivitas gigi.

6. Mengontrol makanan dan minuman yang dikonsumsi

Anda bisa mengidentifikasi, apakah ngilu pada gigi sensitif disebabkan stimulus makanan yang terlalu panas, dingin, atau asam. Bila ya, sebisa mungkin batasi konsumsi makanan yang memicu gigi ngilu sebagai langkah mengatasi masalah gigi sensitif.

Barengi kontrol makanan atau minuman dengan perawatan gigi yang baik. Agar frekuensi gigi ngilu dapat berkurang.

Jika punya gigi sensitif, masih bisakah makan es krim?

cara merawat gigi sensitif

Semua orang pasti berkeinginan bisa menyantap makanan atau minuman beraneka ragam dengan leluasa tanpa takut rasa ngilu. Termasuk makan es krim tanpa khawatir. Karena masalah gigi sensitif tidak bisa disembuhkan, Anda perlu mengatasi rasa ngilu dengan cara-cara di atas. 

Mulai dari cara menyikat gigi, pemilihan bulu sikat gigi, penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif untuk menguatkan enamel, menghindari makanan bersifat asam, serta tidak langsung menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan. Di samping itu bila memungkinkan, tunggu beberapa saat sampai makanan yang suhunya terlalu panas atau dingin lebih sudah aman untuk dikonsumsi.

Yuk, jaga kesehatan gigi dan mulut Anda. Terapkan perawatan gigi secara rutin, sehingga gejala ngilu bisa diatasi dengan baik.

Itulah tadi informasi mengenai Apakah Mungkin Kondisi Ngilu karena Gigi Sensitif Bisa Hilang? oleh - alatkesehatan.xyz dan sekianlah artikel dari kami alatkesehatan.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sabtu, 27 Juni 2020
no image

Kenali Mitos Seputar Hepatitis C yang Perlu Diketahui Kebenarannya oleh - alatkesehatan.xyz

Halo sahabat selamat datang di website alatkesehatan.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kenali Mitos Seputar Hepatitis C yang Perlu Diketahui Kebenarannya oleh - alatkesehatan.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Hepatitis C merupakan penyakit dapat menyebabkan kerusakan yang parah pada hati hingga berisiko terhadap kanker hati jika tidak diobati. Sayangnya, banyak orang yang bingung terhadap penyakit ini, seperti siapa saja yang berisiko dan cara mengobatinya. Tidak heran jika banyak mitos hepatitis C menyebar. 

Mitos hepatitis C yang perlu diketahui kebenarannya

Vaksin hepatitis C

Terlepas dari kemajuan teknologi yang memudahkan masyarakat untuk mencari kebenaran dari sebuah desas-desus, mitos masih kerap dipercaya. Terlebih lagi, tidak sedikit dari mereka yang percaya mitos yang belum dapat dipastikan kebenarannya, termasuk soal penyakit. 

Salah satu mitos yang cukup populer adalah mengenai penyakit hepatitis C. Apabila mempercayai informasi yang salah tentu dapat membuat orang salah paham dan mencegah mereka mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. 

Berikut ini beberapa mitos seputar hepatitis C yang perlu Anda ketahui agar tidak keliru menangkap sebuah informasi. 

1. Dapat mengetahui hepatitis C dengan mudah

Salah satu mitos hepatitis C yang sering dipercaya adalah penyakit ini mudah dikenali. Faktanya tidak demikian.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), hanya ada sekitar 20â€"30% pasien hepatitis C yang memperlihatkan tanda dan gejala segera setelah terinfeksi. Namun, gejala tersebut juga sangat mungkin kurang spesifik, seperti demam, muntah, dan rasa lelah. 

Umumnya, virus hepatitis C justru baru disadari setelah mengalaminya setelah bertahun-tahun. Beberapa dari mereka juga dapat mengidentifikasi penyakit ini lewat tes serologis tertentu atau telah mengalami komplikasi kesehatan yang serius, seperti sirosis. 

Maka dari itu, infeksi virus hepatitis C tidak dapat dikenali dengan mudah, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan, apakah terinfeksi atau tidak.

Apa Itu Tes Viral Load Hepatitis? Siapa yang Perlu Melakukannya?

2. Sembuh tanpa pengobatan

Obat hepatitis B kronis

Selain lebih mudah dikenali, mitos hepatitis C lainnya adalah orang percaya bahwa penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, alias tanpa perlu diobati. Pada kenyataannya, mereka yang tidak mengobatinya dengan benar justru berisiko mengalami komplikasi dari hepatitis C. 

Beberapa dari Anda mungkin pernah mendengar bahwa hepatitis C dapat hilang dengan sendirinya. Sebenarnya, sama seperti HPV, hepatitis C akut dapat sembuh dengan sendirinya jika dikenali sejak dini. 

Walaupun demikian, kemungkinan besar virus akan bertahan di tubuh lebih dari enam bulang dan dianggap sebagai infeksi hepatitis C kronis. Maka itu, ketika Anda menderita hepatitis C sebaiknya mendapatkan pengobatan agar tidak berisiko terkena komplikasi. 

3. Vaksin untuk hepatitis C sudah tersedia

Vaksin mRNA adalah

Mitos hepatitis C lainnya yang perlu dipatahkan adalah ketersediaan vaksin untuk mencegah penyakit ini. Sebenarnya sampai saat ini belum ada vaksin hepatitis C yang tersedia. 

Sejak 25 tahun yang lalu, peneliti sudah mengembangkan vaksin mencegah hepatitis C dan mengujicobakannya ke hewan. Beberapa dari vaksin yang dikembangkan ini, terutama selama beberapa tahun belakangan, sedang menjalani pengujian terbatas pada manusia. 

Namun, perlu diingat bahwa sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk hepatitis C karena masih dalam proses penelitian. Hal ini dikarenakan virus hepatitis C lebih bervariasi dibandingkan virus penyebab hepatitis A dan B.

Virus hepatitis C terjadi setidaknya dalam enam bentuk yang berbeda secara genetis dengan banyak subtipe. Sejauh ini sekitar 50 subtipe hepatitis C telah dikenali. Kondisi ini juga yang membuat infeksi hepatitis C terjadi di berbagai belahan dunia dengan variasi yang berbeda-beda. 

Maka dari itu, peneliti sedang berusaha menciptakan vaksin global yang dapat melindungi tubuh dari semua jenis virus tersebut. 

4. Menular lewat kontak biasa

Selain aktivitas seksual, mitos penularan virus hepatitis C juga disebut dapat menular lewat kontak biasa. Sebagian orang percaya bahwa mereka bisa terinfeksi virus jika berjabat tangan, memeluk, hingga berbagi makanan dengan pasien hepatitis C. 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penularan HCV hanya dapat terjadi lewat darah. Sebagai contoh, orang-orang kemungkinan besar akan terkena hepatitis C ketika berbagi jarum atau peralatan injeksi lainnya. 

Apabila Anda hidup dengan pasien hepatitis C, tidak perlu khawatir karena risiko virus menyebar di dalam perabotan rumah tangga cukup kecil. Namun, masuk akal ketika Anda mengambil beberapa tindakan pencegahan, seperti memakai cairan pengencer ketika membersihkan darah yang tumpah. 

5. Hanya menyerang hati

Walaupun kebanyakan virus hepatitis C menyerang hati, bukan berarti organ lainnya aman dari serangan. Mitos hepatitis C yang satu ini dipatahkan oleh penelitian dari World Journal of Gastroenterology. 

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa HCV juga memengaruhi organ, jaringan, dan sistem lainnya. Sebagai contoh, beberapa pasien hepatitis C dapat mengembangkan penyakit rematik atau masalah otot dan persendian lainnya. Hal ini juga dapat terjadi jauh sebelum pasien mengetahui bahwa mereka terinfeksi virus. 

Sementara itu, penderita hepatitis C kronis juga dapat mengembangkan risiko diabetes, rasa lelah yang berlebihan, hingga masalah kulit. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa hepatitis C tidak hanya menyerang hati, melainkan berisiko memengaruhi fungsi organ lainnya. 

Hepatitis merupakan penyakit serius, tetapi Anda tidak perlu khawatir karena sudah ada cara untuk mengobati penyakit ini. Bahkan, uji klinis menunjukkan bahwa pada kebanyakan kasus yang menyerang hati, organ akan memperbaiki dirinya sendiri setelah virus hilang.

Itulah tadi informasi mengenai Kenali Mitos Seputar Hepatitis C yang Perlu Diketahui Kebenarannya oleh - alatkesehatan.xyz dan sekianlah artikel dari kami alatkesehatan.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Main Post

Quick Message
Press Esc to close